Underbone FI Suzuki Shooter Mulai 10 Jutaan – OTR Jakarta! Siapa Berani Adu Harga?

image

Minggu, sekitar jam 9 pagi. Selonjoran santai di beranda membaca Kompas edisi weekend. Ditemani kopi yang masih setengah cangkir dan Djarum Black yang tinggal dua kali hisap. Tiba-tiba dari luar pagar terdengar nyaring nyonya tersayang.

“Aaaaaa…. motor Neng nih Aaaaaa……”.

Haduh. Ada apa nih?

Matikan black di asbak, bergegas membuka pagar. Nyonya tersayang bersimbah peluh sambil mendorong si gambot Skywave merah. Hmm… Apa bocor? Wong sudah pakai Michelin tubeless depan belakang? Seraya melirik ban depan dan belakang. Sebelum bertanya lebih lanjut, nyonya sudah ngomong duluan dengan kecepatan seperti Pedrosa di track lurus. Glek. Bisa dipastikan akan gagal sarapan nasi goreng kambing pete pagi ini.

“Motornya nih! Mogok! Mesinnya sih masih nyala! Tapi di gas ban-nya gak muter! Gimana siih????? Kan baru kemaren katanya ke bengkel????!!!!! Neng dorong motor nih dari pasar! Beraaat!!!”

Wudauh ampun. Pasti beltnya. Ini-lah kisah motor matik. Kalo servis ya cuma bersihin karbu dan ganti oli. Sementara cek dan pembersihan ruang belt harus khusus order sendiri, dengan biaya tambahan yang setara dengan servis standar itu sendiri. Kemaren ke bengkel buru-buru, gak order bersihin ruang belt, cuma ganti oli serta kampas rem depan belakang.

“maap beib…” Rayuan gombal yang gak akan mempan disituasi seperti ini. “Kayaknya beltnya putus lagi beib. Lagian gak diingetin sih kapan terakhir ganti dulu.”. Ngeles bergaya klasik. Muter balik kata-kata sambil menyalahkan.

“Ah, si Aa. Nyalahin mulu. Udah deh. Motor neng ganti bebek ajah ya A. Matik ini berat. Boros bensin. Tuker tambah bebek ajah gitu, yang murah, irit, enteng kalo kenapa-napa gak bikin capek ngedorong gini.. ya?? A aja kemaren nuker bebek juga”.

Wuaduh.. Skywave sebenarnya matik yang oke. Stabil dan enak di bawa kemana-mana. Cuma sedikit saja, bobotnya yang 113 kg agak-agak lumayan ‘memberatkan’ untuk kaum hawa. Lalu sebagai motor matik ya bensin agak lebih boros.

Jadi bebek lagi? Fungsi buat ke pasar, sekolahan anak, dan ngetem di stasiun kereta : Bebek Low End. Pengennya Irit? Injeksi. Pilihannya antara Suzuki Shooter atau Yamaha Force. Honda Revo FI masih berupa kode dan baru disinyalir saja kata Bang Taufik.

Akhirnya, senin sore kemarin pulang kantor ane mampir ke dealer Yamaha dan Dealer Suzuki. Ane gak akan ngebahas banyak soal komparasi mesin, tenaga, etc-etc. Sudah banyak. Review Shooter ada misalnya dari Om MotorExpertz, GilaMotor, bahkan kekurangannya yang bikin sedikit nyengir ada dari Laskar Suzuki. Soal mesin sudah banyak yang bahas, dan karena buat nyonyah tercinta, pastinya yang akan ane lihat utamanya design dan harganya tentunya.

Dealer Yamaha.
Pakir si Ale. Masuk ke Dealer.

“Nyari motor apa mas?” Mbak Yama yang ramah langsung menghampiri. “Byson? Vixion? yang New Vixion keren lho mas…”

“Enggak mbak. Mau yang Yamaha Force.”

Si Mbak agak merilik sekilas. Mungkin berfikir rada aneh sedikit. Kingkong 85 kg nyari yang bebek dikelasnya yang paling mungil.

“Ini mbak, buat nyonya kok”  Kata ane buru-buru nimpallin lagi. Baru si Mbak kembali nyengir. Mungkin logikanya baru tune ke alam bawah sadarnya. Hahaha.

“ooo…. ini mas di sebelah sini. Gak mau yang matik aja ya? Mio-J gitu? buat beliin cewek paling enak pakai matik….”

“Enggak mbak.. dia gak mau. Sudah ada matik buat dia dirumah. Cuma katanya agak boros. Selain itu, udah ngedorong karena beltnya putus. Makanya pengen minta bebek ajah, lebih irit dan gak repot katanya..”

“Yang ini saja mas… ungu elegan. Pas untuk nyonyanya. Adanya disini cuma ungu elegan ini plus biru sporty. Kalo warna lain, akan inden sekitar dua minggu.”

“Ungu? Hmmm… Warna Jan**? Wuah si mbak ngedoain saya nih. hehehe. Boleh potret ya mbak motornya? Pulang nanti mau Buat ngelihatin sama nyonyah? Ada diskon gak kalo cash?”

“Hahaha.. si mas bisa aja. ungu kan warna universal lho mas. Diskonnya kalo cash yah.. cuma 300 ribu aja mas… Ok silahkan mas, gak papa, potret aja.”

Jepret… jepret….
image

Hmmm… Pegang sedikit plastik body. Lumayan Keras. Cat oke, mengkilap. Design Force mirip sekali dengan Vega.
image

Garis depan selaras. Bergaris agak kuat. Khas Yamaha. Body ke belakang meruncing. Terlebih variasi warna dan stippingnya, untuk seri yang sporty cukup ramai. Untuk yang seri elegan agak lebih kalem. Agak cling di pelk spory yang berwarna putih, cuma model sayapnya. Standar. IMHO, agak orde lama dibanding model-model bebek baru yang sekarang. Melirik harga, 13,3 juta. Diskon 300 ribu. Ok 13 Juta pas.
Selesai jepret-jepret, bilang terima kasih, Ciao sama mbaknya.

Dealer Suzuki.
Di Dealer ini, terkenang dulu saat meminang si Thunder 125. Satu-satunya motor ane yang beli sendiri dari KM 0 (Rondo mania). Parkir si Ale di depan, Berjalan masuk. Terhenti sendikit melihat DOHC Super yang terpajang di depan. Lalu menghampiri si Shooter yang persis di sebelahnya. Mbak Suzy datang menghampiri.

“Sore mas…. Nyari motor apa?”

“Suzuki Shooter mbak. Yang baru itu lho. Ini motornya kan ya?”

Iya Mas. Fresh nih, baru turun dari pabrik.”

“oo.. keren juga. Boleh motret pake HP gak mbak? Mau saya tunjukin ma nyonyah dirumah?”

“Silahkan aja mas.”

Sebelum jepret, cekidot sebentar. Cat ok. Pencet dikit plastik body. Ok. Gak seperti yang dulu si Smash ane yang bodynya geol-geol buntutnya musti diiket pake strap. Sepertinya kualitas body Suzy jauh membaik saat ini. Walaupun IMHO, plastik body Ale agak lebih keras. Baik Shooter, maupun Force yang sebelumnya.

Melihat design. Jepret-jepret.

image

Shooter yang terpajang di dealer warnanya merah. Paduan warnanya bersama hitam dan putih. Classy. Designnya tidak terlalu “radikal” mencolok mata, masih bergaya bebek standar. Kontur dari arah depan ke belakang bergaya sporty look. Namun, yang menarik, nyaris tidak terlihat pola design garis-garis tegas yang “garang” seperti Edge maupun Jupiter MX. Hanya strippingnya saja. Garis pada strip dipadu pada kontur curve dari bebek ini. Berlekuk curva. Sebagai tambahan style, sayap bergaya 3D plus diberikan sedikit fin buat asupan udara. Cukup membuat tampilan sporty. Tidak sporty yang macho dan garang bak MX, namun sporty curved – quite hot.

Sedikit Komparasi…
Berhubung lawannya cuma satu di kelas ini, ane buka-buka foto Force di HP sebelumnya. IMHO, semua ini hanya pendapat ane. Tampilan dari depan Shooter bergaya sporty curved. Design intipan dari “mata” sebelah kiri dan kanan begitu menggoda. Dengan body depannya yang curve. Tidak bergaris tegas strict. Sementara Force, IMHO, dari depan tampilannya agak standar, garis-garis lebih tegas. Di sisi body belakang, Suzy memadukan warna stipping merah, pelindung knalpot krom, dan behel belakang berwarna perak. Sementara Force semua dipilih senada semua : hitam, hanya bermain di stripping yang berwarna-warni. Tergantung selera, namun dari sisi ini juga Suzy lebih pintar dalam meracik kombinasi, sehingga behel dan pelindung knalpot stand out dari warna dasarnya. Force ya hitam legam di bagian belakang. Kekalahan utama dari kesan sporty Force, IMHO ada di bagian sayap. 3D Shooter lebih hot dibandingkan dengan model sayap Force. Sebagai pelengkap, jok Shooter juga, lagi-lagi, membentuk pola curve dengan kontur ke bagian body tengah. Sementara Force, IMHO, Sorry Yamaha, agak sedikit outdated.

image

Value/Money

“Kalo cash diskonnya berapa mbak?”

Diskonnya 700 ribu mas. All type Suzuki. Kecuali FU yang cuma 400 ribu.”

Melirik daftar harga. Wow!
jika versi terendah yang jari-jari itu 11,6 juta, maka dengan diskon kalo cash-nya 10,9 juta. Sementara versi termahal, jadi 12,55 juta. Bebek termurah, Injeksi lagi!
Walaupun ane pernah komentar bahwa design Suzy agak keteteran dari lawannya yang sekelas, namun IMHO di Shooter, Design Suzuki jauh lebih baik. Style Curve sporty-nya lebih fresh dibandingkan dengan gaya kompetitornya.
Ditinjau dari harga/value, bebek injeksi termurah yang harganya start dari 10,9 juta! Prinsipal Mopang lainnya berani adu harga?

Lebih keras berpromosi di media, harusnya design bebek ini cukup kuat untuk menarik peminat. Apa Yamaha sudah pede dengan nama besarnya dibandingkan Suzuki? Honda? Menarik untuk di lihat bagaimana “facelift” pada Revo versi Injeksinya nanti.
Kebayang, jika Suzuki berinovasi (dan berani) release Shooter versi RRR (Triple R kek atau apa) dengan fitur ban setara dengan Jupiter MX plus monoshoknya. Versi ini, IMHO, bisa jadi naik kelas menantang Blade-Jupiter Z. Sementara versi standarnya buat bejaban dengan Revo-Vega-Force.
Setelah selesai nanyain harga, pamit ciao sama si mbak Suzy.

Pulang kantor. Jam 6 sore. Nyonyah membuka pintu, menyambut dengan ceria.

“Gimana? Jadi kan ke dealer tadi? udah ngelihat Shooter atau Force?”

“Udah neng..”

“Neng juga liat di internet tadi… kayaknya kerenan shooter ya?”

Yap.. Selera ane emang sama ama nyonyah.

“Iya beib..”

“Tuh kan benerr!! Yuuk kita jual Skywavenya. neng udah ngobrol tadi ma tetangga di belakang. Mau katanya ambil. Jual berapa a? Abis Isya maen ke rumahnya yuk!! Terus ke Dealer deh.. ambil Shooternya. Neng mau warna merah? apa yang warna putih ijo ya A? Kata A kerenan yang mana…?”

“Hmmm… soal itu… hmmm… kita nunggu rondo shooternya ajah ya yaaa… gimana beeb?”

Advertisements

12 thoughts on “Underbone FI Suzuki Shooter Mulai 10 Jutaan – OTR Jakarta! Siapa Berani Adu Harga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s