Ninja Sang Raja Jalanan : Kebutuhan, Prestise, dan Ego

MotorGuede03

Sumber foto : Kawasaki Indonesia

Baru pulang dari pedalaman tanpa ada sinyal i-net, ane agak tergelitik liat berita di koran maya yang ramai mengenai demo buruh DKI-Jakarta meminta kenaikan UMR agar hidupnya menjadi lebih layak. Lebih kaget lagi highlight beritanya yang menerangkan wawancara dengan salah seorang buruh pendemo soal tunggangan roda duanya : Ninja 250 FI. Gaji yang saat ini menurut pendemo tersebut kembang kempis untuk menutup cicilan bulanan moge geng ijo ini.

Hmm… untuk hidup lebih layak. Ninja FI itu kebutuhan, prestise, atau mengejar ego semata? Iseng malem-malem ini hitung-hitungan. Bagaimana jika cicilannya dialihkan untuk keperluan lain?

Flagship Gank Ijo ini emang salah satu raja jalanan yang paling ngetop. Kalo disebut Kawasaki, pikiran awal yang terlintas pasti Ninja. Bukan Edge. Bukan D-Tracker. Bukan Z series. Apalagi Ayago mesin bobok si Athlete (hehehe).

Harganya pun gak terbilang murah. Menurut kredit-motor.com, varian termurah untuk cash and carry si ijo ini sebesar 5,2 juta. Iseng-iseng malem-malem gini ngopi depan laptop, nyok itung-itungan.

Sang Abang buruh yang di wawancara mengaku cicilan tunggangan kerennya itu sebesar 1,5 juta/bulan selama 3 tahun. So? dari tabel kredit-motor.com, jika DP sebesar 14 juta, maka cicilannya adalah 1,9 juta/bulan selama 3 tahun. Dari harga cicilannya yang dipampang di media massa, ane taksir DP-nya si Abang kemungkinan besar sekitar 20 juta.

Jadi si Abang punya dana cash untuk DP-nya sebesar 20 juta. Jika didasari UMR Lama, anggaplah 2 juta (tidak termasuk dana lembur etc lho…). Anggaplah.. ngirimin ortunya di kampung 700 ribu, kost 300 ribu, dan jajan ngudut 500 ribu. Sudah 1,5 juta. jelas jika gajinya cuma 2 juta, dananya gak nutup, dan 2 bulan juga Ninja FI-nya sudah ditarik sama Makelar Finance. Namun, karena belum ditarik masih bisa diajak muter-muter demo, si Abang pasti sudah ada objekan sehingga bisa nutup cicilannya. Mungkin tombokannya dicari dari lemburan, fee jadi makelar tanah, ngojek (masa Ninja buat ngojek ya?), ataupun lainnya.

Taksiran ane, jika dihitung impas, dari gaji dan kerja serabutannya, sebulan si Abang sebenarnya punya dana sebesar 3 juta. Ini baru hitungan impas, belum tambahan lainnya yang si Abang nyari buat budget perbulan untuk beli oli mesin 2 botol, bensin V Power Shell, dan jajanin bakso pas malem mingguan sama anak pak RT yang ca’em. Yang jelas, sepertinya secara garis besar masih tertutupi sama si Abang, walaupun mungkin kembang-kempis.

Namun coba dihitung seperti ini. Jika si Abang gak menebus si Kawasaki hijau.

Dengan bisa menutup cicilan 1,5 juta/bulan, maka jika tidak membeli Ninja FI cantik yang juga bikin ane ngiler itu, dalam tahun pertama si abang punya dana cash hampir sebesar 38 juta (DP 20 juta dan 1,5 juta x 12 bulan). Dalam 2 tahun mendatang beliau punya berturut-turut 18 juta. Belum dihitung dengan dana tambahan dari THR.

Wow!

Hanya satu pertanyaannya. Dengan dana sebesar ini, masih lajang dan jika ingin meningkatkan taraf hidup yang lebih layak, apakah Ninja sang raja jalanan sudah menjadi kebutuhan? Ataukah hanya memuaskan nilai prestise saat pulang kampung lebaran? Naik motor besar? dan atau ego pribadi agar keren saat ke mal membonceng si eneng pujaan?

Seandainya. Jika Si Abang buruh selama 3 tahun ke depan belum meminang Ninja FI sebagai tunggangannya. Budget sebesar 38 juta di tahun pertama dan 18 juta selama dua tahun mendatang bisa dipakai untuk apa?

Sekedar kebutuhan transportasi, beli bebek dan sisanya? Kalo punya bakat bisnis, bikin usaha. Jika kayak ane yang bakat dagangnya minus, ya cuma satu : SEKOLAH! Ada kemungkinan lebih besar taraf hidup layak bisa diraih dari pendidikan atau keterampilan yang lebih baik.

Jika si Abang hanya lulusan SMA, 38 juta cukup untuk biaya S1 Ekstensi (kelas malam). Jaman dulu kuliah S1 ekstensi malam, biayanya sebesar 5 juta/tahun. Anggaplah sekarang 10 juta/tahun. 4 tahun? Hanya 40 juta! Si Abang dari buruh bisa naek pangkat jadi QC, staff administrasi, atau lainnya. Bukankah itu taraf hidup lebih layak?

Masih kurang? Bisa lanjut S2 lagi! Tiga tahun yang lalu kuliah S2 Lingkungan biayanya sebesar 15 juta/tahun. Masih nutup toh gajinya si Abang! Selesai kuliah Abang bisa jadi staf R&D proses dan limbah di pabriknya, dengan nyambi jadi staf ahli AMDAL di proyek-proyek guede. Keren toh? Apa gak peningkatan taraf hidup? Daripada tetep jadi buruh packing box produk dengan pulang pergi ngojek Ninja?

Udah keren, mentereng makan siang di kantin pabrik yang di ruang AC, baru dah, beli Ninja FI incerannya. Staf berdasi ke pabrik naik Ninja FI. Pulang dari pabrik jangankan si eneng anak ibu warteg, sekertaris bos ajah bisa si abang gebet.

Advertisements

10 thoughts on “Ninja Sang Raja Jalanan : Kebutuhan, Prestise, dan Ego

  1. analisa yang mak jleb mas bro 😀 , menurut saya sih itu hanya buat prestise saja. karena dengan budget segitu sudah nekad minang si ninin. coba uang yang 20jt itu buat kredit DP athlete gress atau seken (udah dapet 3 biji tuh) kan bisa buka pangkalan ojek :mrgreen: . pantesan lama gak nongol, lagi dines dipedalaman to mas 😀

  2. Salam kenal oom 😀
    analisanya mantap 😀
    sekarang rasanya sepeda motor buikan cuma sekedar jadi alat transportasi atau alat hobi, melainkan kebutuhan primer untuk gengsi-gengsian 😀
    Demo buruh tahun lalu di Surabaya yang bikin macet Surabaya dan Sidoarjo juga banyak kok buruh pake motor mahal kayak Ninja CBR dan RGR yang boyoss hahaha

    • Salam kenal juga om…. 🙂

      Iya… miris melihatnya. Padahal, jika ingin meraih hidup lebih baik, akan banyak jalan untuk itu. Selain dengan mengupgrade penampilan doang… 🙂

    • bener masbro… wuah kereen ber CBR150… fairingnya asik… kalo ane mah masih nabung… buat ninjanya masih kejauhan. tapi minimal akir taon kebeli ban ninja ajah.. hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s