Media Otomotif Motor: (Seharusnya) Memberikan Pencerahan

IMG 20130908 190528

Pagi tanggal 25 ini Pamulang cerah. Liburan tengah weekdays yang begitu menyenangkan. Tapi Duit lagi sekarat. Maklum tanggal tua… Gak kuat modal turing kemana-mana. hehehe… Daripada bengong, ane maen ke tetangga. Rumahnya anak muda… si otong Amat seperti yang ane ceritakan dulu di sini. Masuk rumahnya, eyak babehnye lagi ciao kayaknya. langsung menuju paviliun kamarnya. Sesosok Hyper-Underbone yang mesinnya super garang teronggok manis depan paviliun. Melirik. Khas “anak muda”. Stang tertekuk sempit ala drag, ban mungil ala onthel, bling-bling di tiap bautnya, melapis warna merah serial BlackFire underbone terkenal ini. Duduk di teras, ngirup teh bikinan emaknya yang kayaknya udah dingin. Setangkep singkong goreng yang juga udah dingin. Lumayan… menuhin perut pagi-pagi setelah sebelumnya nasi goreng kambing bikinan nyonyah.

“Woooiiii bang… tumben mampir…” Si otong keluar sambil ngucek-ngucek rambutnya pake anduk.

“Tumben mandi lu. Kagak ane cuma ngecek ente doang. Lo masih idup pa gak. Motor onthel lo, pastinya rawan kepeleset ujan-ujan gini…” Ngejawab asal. mulut penuh singkong goreng. Nyari bacaan, iseng, ane buka tabloid motor yang agak kucel kegeletak dimeja.

“Hahaha… bisa aje ente bang. Jangan dibaca ntu bang. Gak cocok. Laen aliran. Hahahaha….”

Jadi penasaran, ane buka ntu tabloid. Maklum, udah lama gak buka media cetak. Kening jadi berkerut.

——

Kerawanan kecelakaan kendaraan bermotor, sungguh dahsyat. Di sini Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan rataan kecelakaan sepeda motor mengancam 20.000 orang per tahun, atau 55 orang per hari, atau sekitar dua orang setiap jam. Bagaimana tidak, konsentrasi yang kurang dengan kelelahan seharian berkerja, lalu harus stop-go ditengah kemacetan, anak-anak yang belum pantas memiliki SIM (golongan ababil), atau – yang berbahaya sekali – menaiki kendaraan bermotor yang dimodifikasi menjadi kurang aman untuk berada di jalanan umum.

Hal yang terakhir ini, kelir cat bling-bling ramai, ban cacing, knalpot memekakan telinga, kadang menjadi identitas suatu golongan tertentu. Anak muda yang “fungky”. Dan sejurus, sepertinya sangat kurang pembelajaran mengenai safety ride bagi yang fungky ini. Malah banyak yang menangguk ceruk keuntungan dari bisnis modifikasi ini. Seperti produsen aksesoris third party ban onthel dan lainnya. Rata-rata yang ane baca ditabloid ini, modifikasi gaya fungky umumnya memakai ban dari produsen lokal yang sudah terkenal – produsen yang sama dengan ban AX ane. Kok sebagai produsen lokal, yang harusnya lebih peduli terhadap anak muda bangsanya, bukannya mendukung safety ride dijalan raya, malah mendukung anak muda agar membahayakan dirinya dan mati di jalan raya?

Setali tiga uang, media otomotif bikers seperti yang ane baca ini juga tidak memberi pengarahan yang pantas terhadap gaya tidak safety ini. Alih-alih malah memberi penghargaan. Untuk nampang di halaman-halaman mereka dengan kalimat-kalimat yang menyanjung “kreativitasnya”.

Alayers 01

Alayers 02

Dari bebek, matic, ampe motor batangan, termodif pakai knalpot memekakan telinga – pastiya freeflow gak lolos EURO-1 sekalipun, dan ban cacing onthel. Kebayang gak lucunya ya, body keren seperti scorpio malah dibalut kaki ceking sepeda ontel? Apa editor media yang ane baca ini gak kepikiran dampaknya mempopulerkan gaya yang berbahaya ini dijalan?

Jika serius dalam penangan kecelakaan di jalan raya, utamanya buat motor, Polisi gak perlu repot-repot menilang knalpot. Atau ban cacing. Buat apa? Wong dijual bebas di tiap bengkel aksesoris motor? Harusnya kebijakan dan implementasi Pemerintah bisa sejalan. Jika aksesoris seperti ini tidak layak berada dijalan raya, ya bikin aturan Deperindag bahwa ban cacing dan knalpot yang membuat kendaraan menjadi tidak lolos EURO-2 tidak bisa memasuki retail Indonesia. Beres.

Bagi ane, soal knalpot misalnya, bukan masalah kuping yang pekak, namun asap NOx yang kian menyesakan paru-paru di tiap tersendat macet dan pemberhentian lampu merah.

Dan pastinya, seharusnya, media otomotif motor yang sasarannya anak muda, memberi pembelajaran yang lebih baik. Media memberikan pencerahan. Editor dan wartawannya lebih memilikirkan sedikit dampak dari apa yang diwartakannya.

Alayers 03

Pengaruh provokasinya ke anak muda agar ngetrend memakai gaya non-safety ini jelas dan dampaknya dijalan raya kelihatan. IMHO, bagi ane, media otomotif yang menyuguhkan gaya seperti ini lebih layak dibredel bak tabloid esek-esek bertahun lalu.

Sekedar corat-coret dihari libur….

Advertisements

8 thoughts on “Media Otomotif Motor: (Seharusnya) Memberikan Pencerahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s