Siapa Penantang Kawasaki Bajaj P200NS?

2013Apr041530572

P200NS. Garang. Macho. Spesifikasinya memang luar biasa. Dari klaim pabrikan dengan power sebesar 23,1 HP. Real test output powernya ane comot dari blogger kondang kita adalah sebesar 19,99 HP di 10.100 RPM. Ruarrr biasa. Di atas kertas, pada rentang harga di bawah 25 jutaan, belum ada satu motor pun yang powernya mampu menantang Racikan Geng Hijau dan India ini. Roda dua (4 tak tentunya) yang mampu ngasepin si PNS di trek lurus di atas kertas hanyalah rombongan motor dengan harga 30 jutaan ke atas.

So, siapa berani menantang Raja India yang memiliki power 23,1 HP/23,9 Juta ini?

Musim hujan begini, gak bisa jalan kemana-mana emang paling enak nongkrong buka google. Search sana sini. Ada artikel menarik tentang perbandingan P200NS ke motor Yamaha yang gosipnya under 30 juta dan akan diluncurkan dalam waktu dekat : Yamaha YZF-R15 dari TopGear India. Juga ada perbandingan terhadap motor yang kelas dan harganya jauh diatasnya yaitu CBR250R dan Duke 200 dari ZigWheels India.

2013Apr041530574

Dari situs TopGear India tersebut yang bisa dilihat disini, dapat disimpulkan bahwa jika jagoan baru Yamaha Indonesia tersebut ngadu wheel to wheel dengan P200NS di jalanan Pantura, maka rider R15 cuma sekian detik melihat knalpot si P200NS lalu selanjutnya hanya mengikuti jejak ban dan asepnya. R15 yang powernya sekitar 17 PS jelas harus mengakui dahsyatnya power si streetfighter bertenaga 23 PS tersebut. Namun jika masuk ke jalur berkelok Cikidang, barulah jagoan Garputala ini bisa sedikit mengimbangi. Jagoan Kuda India memang memiliki power luar biasa untuk ukuran motor 200cc. Namun untuk jalanan yang berliuk-liuk, TopGear lebih merekomendasikan R15 yang handlingnya lebih nyaman untuk melibas curve berliuk jalanan luar kota.

Tapi jangan salah. Biarpun kalah tipis adu liukan dengan R15, tapi review disini menerangkan kalo handling P200NS masih lebih dahsyat untuk melibas tikungan dibanding penantangnya yang jauh lebih garang harganya : Duke 200 dan bahkan CBR250R. Wow!

duke-pulsar-cbr-cornering-1 560x420

Jadi, secara performa, streetfighter ini memang terlahir sebagai bike super macho dengan value/money tergalak di kelasnya. Adu di atas kertas dan test drivenya P200NS tetap masih belum terkalahkan untuk bike seharga 30 juta ke bawah. Rombongan Negeri Samurai masih harus mutar inovasi yang lebih keras untuk bisa menantang Kuda besi India ini. Namun, kenapa di Indonesia penjualannya masih terlihat adem ayem?

IMHO, kerjasama Kawasaki-BajajAuto lah yang menjadi penantang P200NS untuk lebih masif menginvasi Indonesia. Okelah, telah melebihi targetnya perjualannya. Tapi biarpun memiliki spek super, kenapa belum bisa masif mengimbangi penjualan sport lainnya? Apalagi merebut mahkota NVL? Padahal secara nyata telah ngasepin motor-motor jagoan ATPM lain di Indonesia.

Penantang yang pertama agar P200NS lebih masif rasanya adalah pengakuan lebih kuat dari Kawasaki Indonesia bahwa produk ini memang “lulusan” Kawasaki. Brand image Geng Hijau ini dahsyat aura sportnya di Indonesia. Namun dari website Kawasaki Indonesia dan Bajajauto India, terlihatlah beda bedanya anak tiri dan anak angkat. Hehehe. BajajAuto memajang produk Kawasaki di Websitenya, sementara Kawasaki Indonesia berbulan-bulan semenjak kemunculan P200NS baru sebatas memajang poster Urban Runner. Belum masuk ke kategori sport dari produk mereka. (ini juga baru ane liat barusan…)

Untitled-3

Penantang yang kedua adalah mindset. Bajaj terkenal dengan made in India yang rata-rata QC-nya lebih lemah jika dibandingkan dengan batas perfeksionis biker Indonesia. Daripada HOAX, cekidot disini. Kawasaki harus berusaha lebih keras dalam QC-nya agar sesuai dengan standar keingin biker Indonesia. Sori, kami di Indonesia gak doyan oli berceceran di lantai akibat seal yang bulak balik bocor gak karuan. Mindset ini yang perlu digebrak Kawasaki dengan keras. Jika mau proyek jualan Pulsarnya berhasil di Indonesia.

Penantang ketiga adalah promosi. Dulu, di jaman BAI, Pulsar wara-wiri iklannya dari tipe 135 hingga 220cc. Tagline “masih perlu bebek?” masih terngiang saat menggoda ane membeli PIBO 180 UG4. Tapi sekarang ane jarang sekali melihat iklan Pulsar atas nama the good times rolls-nya Kawasaki. Ayem laksana gebrakan New Ninja 250 FI yang tiba-tiba nongol di dealer. IMHO, ini gak jalan buat P200NS. Mindset umumnya adalah Pulsar = Bajaj = QC lemah = BAI yang dimana-mana tutup dealernya = servis mau ke mana?

Mendingan beli Kebo ajah yang aman mau ngebengkel dimana-mana (hehehe..). Ini perlu digebrak lagi dengan promosi yang lebih kuat. Pembeli P200NS saat ini rasanya lebih banyak biker speedfreak yang berjiwa petualang tinggi. Jika P200NS mau lebih masif dan galak menyaingi penjualan CBSF dan NVL, promosi Kawasaki harus lebih kuat dari produk-produk mereka lainnya agar dapat menjangkau barier rasa nyaman dari pengendara sepeda motor rata-rata hingga mampu menggoyang minimal calon pembeli CBSF dan NVL. Wong jargon kedua motor injeksi ini adalah kencang untuk kaum speedfreak – yang harusnya bisa digoyang sekali gas dengan motor ini.

Tapi, mau gak ya Kawasaki? Jika produk titipan orang lebih laku dari produknya sendiri? IMHO, kata ane, penantang terberat saat ini bagi Kawasaki Bajaj P200NS di Indonesia hanya satu. Bukan produk merk lainnya. Namun kemauan ibu tirinya sendiri….

 

Sumber foto: Foto P200NS dan R15 VS P200NS ane ambil disini, foto Duke 200 Vs CBR250R VS P200NS ane ambil disini, dan foto P200NS “urban runner” ane ambil disini.

Advertisements

12 thoughts on “Siapa Penantang Kawasaki Bajaj P200NS?

  1. Gan ane mau Tanya pendapat , ane mau beli motor pilihan nya antara p200ns atau Yamaha new byson , tlg ksh pendapat ,soalnya one buat pake kerja nyales tiap hari

    • Wuah pilihan yang lumayan masbro. Ane diposisi yang sama skitar setengah taon lewat. Biar keduanya sama sama bergaya street bike, beda karakter. Pendapat ane.. imho.. tanpa tendensi apa apa..
      Kondisi standar, kao masbro speadfreak, doyan high perform bike, PNS kata ane masih rajanye. Biar dikate ada isyu soal QCnya, ane pikir ditangan KMI pasti akan bergerak jauh lebih membaik. High perform, garang, plus relatif kagak pasaran kalo dijalan. Bonus PNS : toet toet sesama pulsar kalo ketemu dijalan brotherhoodnya kata ane paling ocre.
      Nah kalo masbro bikenya buat harian dan doyan cruise santai luar kota, style nyetreet tapinya tetep damai walau disalip jupie-MX yang ngebut (katanya… hahaha), tipikal kayak ane, pilih si kebo. Solo touring, imho akan lebih damai sama si kebo. Trouble dikit, dengan mesin karbu standarnya, bengkel pinggir jalan manapun bakalan bisa ngebenerin.
      Imho ya masbro..

  2. saya punya p200ns gan, udah 6000 km :D. spek modif : rejetting karburator, busi iridium. gak sampek bongkar mesin. max power 24.7 dk @10.200 rpm, torsi 18.36nm @ 8.950 rpm. tempat modif dan dyno di ratmotorsport sidoarjo

  3. ya mantap lah kalo br bisa r15 yamaha mah,cuma itu beda kasta men..150 lawannya kok 200.. lucu
    realitas aja lah yang 200 harus di lawan dgn 200 juga dengan limiter yang sama pula…
    itu baru kelihatan real… limiter dipatok sampe 9800 atau 12000 baru bisa bandingkan antara karakter nya
    terus terang, saya biker gan, semarang jakarta 2 minggu sekali pp.dari bawa new mega pro 150 cc yang torsi gak ada matinya masi standard loh, ninja 250 yang kata orang galak top speed sampa 160 km/h standard ( pake pertamak busi irridium denso),ern6 yang perseneling 3 aja dah melesat lebih dari 120km/h dengan top speed 190km/h rpm 7000 gigi 6 (lebih dari itu serem gak berani) di bay pass karawang yg masih mulus,tapi ya yang cocok untuk touring di jalanan indonesia menurut ane sih emang cbr 250..torsi gede top speed gak malu maluin 165km/h rpm 9000 perseneling 6 limiter 11000,(motor ada di cikarang sekarang,di bawa harian) di by pass karawang hanya modal pertamax, busi denso irridium sama knalpot yoshimura fullsystem, sama porting polish..belum sempet colek ecu nya, gigi 1 50km/h,gigi 2 80km/h, gigi 3 115km/h, gigi 4 135km/h, gigi lima 156km/h gigi 6 gak pernah habis limiternya serem…saya gak banding banding kan produk satu dengan yang lain, ini dari pengalaman pribadi. yang paling enak di bawa jauh sih yang cc besar, torsi besar.

    • Yap bener sekali juragan. harusnya begitu. cuma kompetitor yang setara kubikasinya 200cc ya banyak yang gak ngaspal. Dari 150 pada loncat ke 250… dan dari pabrikan Jepang, yang 150 harganya setara dengan yang Kuda India 200cc ini. Untuk persis spek sama, ya perbandingannya teknis, disamakan semuanya biar kliatan. ini artikel kan saduran perbandingan spek komersilnya, dan dilanjutkan pandangan ane bagaimana brand Pulsar – setelah ciaonya BAI. Dari sudut pandang ane sebagai Pulsar rider selama 3 tahun. wuuahh asik dua minggu sekali rutin touring.. Emang motor tenaga badak kubikasi raksasa jelas paling enak. Nyalip Sumber ‘kencono’ di Pantura pun bisa pede dengan sekali betot gas gigi 3. hehehe.. cuma, karena ane demennya solo touring, troubleshoot motor yang mesinnya rumit gak dikenal triknya sama bengkel pinggir jalan, agak mengkhawatirkan. Ane lebih demen kubikasi standar, karburator biasa, dan karena gak speed freak, santai cruising ride nikmati angin… 🙂

  4. Ah kata syapa. Aq nyoba pulser 200ns gigi 1 smpai. 53km. 2 85km. 3.120. 4.140. 5.155. 6 ga brani hahaha
    By. Sigit PD aku dari indovrik. Kwasaki. Udah jellass mtor spot indo yg didepan. Kwasaki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s